Denpasar, malam minggu ini seperti biasa sangat padat, bahkan dampak kenaikan BBM kayaknya kagak ada yang memperdulikan (entah dalam hati siapa tau ?). Bahkan di beberapa bagian ruas jalan yang memang langganan macet pada malam minggu inipun pun tidak ada perubahan. Wah … BBM melambung kagak dirasa yach.

Setelah dijemput istri (ngirit BBM maksudnya), meluncur ke Robinson Denpasar, sekedar menukarkan kupon Mc Donald’s. Waw antrian di counter Mc Donald’s kagak kalah dengan antrean SPBU di Denpasar. “Mau makan aja kayak mau beli Bensin”  seorang pengunjung bicara dengan temannya.

Efek dari kenaikan BBM sepertinya tidak diambil pusing warga Denpasar, inipun berlanjut ketika sampai dirumah, buka Yahoo Chat Bali, Obrolannya masalah BBM akan tetapi sepertinya kagak ada yang tertarik untuk demo menentang kenaikan BBM. Hal ini mengingat Bali tujuan Wisata Mancanegara, yang merasa keamanannya terancam bisa cabut detik ini juga (teringat kejadiam BOM Bali :( hotel Villa kosong, Ngurah Rai Bandara International Penuh Sesak). Kalau dah begitu yang rugi siapa juga, yach kita juga.

Namun tidak halnya dengan daerah laen di Indionesia, terutama Pulau Jawa. Kerisauan mas dhyar Irdiansyah bisa dimaklumi, karena kalau Mahasiswa turun kejalanan apapun bisa terjadi (ingat lagi waktu masih di Jogja sampai salah satu jalan diberi nama dengan mahasiswa yang meninggal di jalan itu) Instalasi Telpon, Listrik taman kota dan fasilitas umum laennya berantakan semua.

Adakah cara yang lebih bijak untuk salang berdiskusi? saling memberikan saran dan menerima saran, atau bahkan menyampaikan solusi. Kenaikan BBM ini oun sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi hampir di semua negara pengimport BBM. Di daerah Jawa ada pengembangan bioenergi diamana gas elpiji di di gantikan dengan gas hasil pengolahan dari kotoran sapi, dan ternyata sudah berjalan selama 2 tahun yang lalu. Nah kenapa tidak ditiru? Ada lagi inovasi menganti BBM dengan gas elpiji.

seandainya rekan-rekan mahasiswa turun ke jalanan dengan membawa solusi yang bisa membatu rakyat kecil, mungkin akan lebih bermanfaat dari pada orasi. Yang sama saja dengan calon pemimpin ketika berkampanye.

Semoga Bali tetap tenang menyikapi kenaikan BBM ini. Sehingga tungku tetap ngepul dan periuk tetap ada isinya.

 

Visit this site.

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!